Pola Pikir (sebagai) para Entrepreneur

Diposkan oleh Noer Rachman Hamidi

Semasa kecil saya minum air segar dari kendi. Semasa remaja saya menulis surat atau menerima surat ditempat saya indekost. Ketika bekerja dan karier mulai menanjak saya mendapatkan fasilitas mobile phone segede batu bata. Dalam dasawarsa terakhir ini, hanya dalam waktu kurang lebih separuh generasi, semua berubah drastis. Saya tidak lagi minum air segar dari kendi, tidak perlu menulis surat dan mengeposkannya, dan tidak perlu membawa mobile phone segede batubata. Pertanyaannya adalah siapa gerangan yang membawa perubahan ini? Merekalah para entrepreneur-entrepreneur sukses pada zamannya.

Dengan mudah kini kita dapat minum air segar yang sehat dari air gelas atau botol yang diproduksi oleh berbagai perusahaan. Awalnya tentu diperlukan satu kepeloporan usaha dibidang ini kemudian yang lain menirunya, menurut saya tidak masalah - baik yang menemukannya dari awal maupun yang menirukan kemudian  menyempurnakannya – merekalah para pengusaha yang berjasa dalam memudahkan kita untuk minum air segar ini.

Demikian pula dalam hal berkomunikasi dengan surat, kita tidak perlu lagi cape-cape menulis surat dan mengeposkannya – kemudian berharap-harap cemas akan datangnya pak pos mengantarkan balasasannya sekian hari yang akan datang. Siapa yang berjasa ?, adalah para ilmuwan yang menemukan internet dan email kemudian tentu saja para entrepreneur yang make it available nyaris bagi siapa saja yang memerlukannya di muka bumi.

Di tahun 95-an perlu waktu untuk antri dua tahun sebelum rumah saya mendapatkan saluran telepon fix line, kantor yang tidak sabar kemudian membelikan saya mobile phone yang segede batubata. Semua itu kelihatan konyol sekarang , karena semuanya telah jauh berubah. Nomor telepon bisa diperoleh dalam bilangan menit dari kios-kios di pinggir jalan, harganya terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat – dan begitu ringannya sehingga mudah masuk saku-saku kita. Siapa yang membawakan perubahan-perubahan ini ?, lagi-lagi adalah para entrepreneur-lah yang melakukannya.

Air dalam kemasan tidak lahir dari keputusan atau kebijakan pemerintah, demikian pula tersedianya e-mail dan mobile phone  bagi seluruh kalangan masyarakat. Karena pemerintah atau negara bukan pelaku dalam memberikan kemudahan hidup ini, lantas apa yang seharusnya dilakukan ?. Pemerintah harus memfasilitasinya agar perubahan-perubahan kearah kebaikan yang terjadi dan tidak menghambatnya dengan birokrasi peraturan yang berbelit dan biaya-biaya yang tidak jelas. Bahkan seharusnya pemerintah membantu dengan segala fasilitas, karena dampak perekonomian yang akan terjadi adalah kemakmuran umat.

Lantas dimana peluang Anda untuk bisa ikut mengubah dunia kearah yang lebih baik ?, bila Anda bukan tokoh partai politik yang tulus ikhlas ingin memperjuangkan kebaikan bagi umat dan bukan pula para birokrat yang menjadi pelayan (yang digaji oleh uang rakyat) untuk membidangi segala kemudahan dalam perijinan usaha – maka jadilah entrepreneur yang menghadirkan perubahan.

Bidang kehidupan apalagi yang perlu perubahan ?. Sangat banyak yang masih bisa terus dirubah kearah yang lebih baik, dan ini membutuhkan Anda para (calon) entrepreneur. Sekedar ide, bila Anda bisa melakukan hal-hal dibawah ini misalnya – maka insyaAllah ini akan menjadi pemberat amal kebaikan Anda selama hidup di dunia.
  • Dapatkah Anda memproduksi daging (bahan pangan hewani) yang murah dan terjangkau bagi seluruh umat ?.
  • Dapatkah Anda memproduksi secara massal tepung-tepung pengganti terigu agar kita tidak lagi mengimpor bahan pangan yang tidak tumbuh di negeri ini ?
  • Dapatkah Anda memproduksi susu segar yang massal dan murah agar kita tidak menjadi pengimpor susu bubuk terbesar dunia ?.
  • Dapatkah Anda menghasilkan system penangkapan ikan yang murah dan efektif sehingga hasil laut kita tidak dijarah orang lain ?.
  • Dapatkah Anda mengolah serat dari hasil tanaman di sekitar kita sehingga kita tidak perlu mengimpor 99.5 % kapas yang dibutuhkan negeri ini ?.
  • Dapatkah Anda menyediakan “kantor di rumah” - home office infrastructure package  (system untuk bekerja dari rumah) yang murah sehingga orang tidak perlu membuang waktu berjam-jam hanya untuk pergi –pulang kantor...?
  • Dapakah ?, dapatkah ...?, dapatkah...?.
Di setiap masalah yang ingin Anda atasi, di setiap kesulitan yang ingin Anda mudahkan, disetiap produk yang Anda pandang kurang baik, disetiap layanan yang mengewakan... disanalah peluang Anda, peluang untuk ikut mengubah dunia menjadi lebih baik. InsyaAllah !.

Wallahu A’lam.



Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Description: Pola Pikir (sebagai) para Entrepreneur
Rating: 4.5
Reviewer: google.com
ItemReviewed: Pola Pikir (sebagai) para Entrepreneur
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Pola Pikir (sebagai) para Entrepreneur ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://pemasaran.rumah-hikmah.com/2013/05/pola-pikir-sebagai-para-entrepreneur.html

Bookmark and Share